Kamis, 09 Juni 2011

curahan hati

kamis 09/06/2011
baru kali ni q merasakan yg bner" skt,,untuk yg kedua klix aq kecewa dgx.. aq tak tau ap mksd dri semua ini ap kh ini cobaan dri yg maha kuasa atau ini adalah karma yg sudah q lakukan selama ini,, jujur aq msh menyimpan rasa dgn mu,,walaupun qta jauh dan banyak masalah diantara qita aq ttep percya dgn kmu,,tpi kli ini kmu sdh mengingkari jnji mu sndri..
kau bilang kau tak kn pernah kembali kepda dia (anak SMA itu) krna kau bilang dia tdk prnh mengertimu tpi kau jilat ludah mu sndri dgn skrg kau kmbli pdax... saat mlht it aq skt..skit sekali perasaan ini..air mata yg tdk bs q bndung lgi kini sdh tumpah membasahi pipi yg dulu prnah kau hpus air mata q dgn lembutnya tangan mu,..
kini kau bersamanya aq mencoba ikhlas walaupun hati tak rela semoga kau bahagia bersamanya dan semoga kau awet serta langgeng dan jdoh bersama dia... :( :( :(

Selasa, 26 April 2011

makalah transmisi kuman


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Pengunjung dan pasien merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya pertumbuhan kuman karena pengunjung dan pasien dapat membawa bakteri. Sehingga menyebar diruang perawatan misalnya, bersin, batuk, berbicara dan tertawa. Hal ini dikarenakan bakteri dalam mulut yang keluar karena batuk atau bersin dapat tersebar, sehingga kemungkinan terjadinya penularan infeksi nosokomial lebih besar. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa penularan infeksi nosokomial terjadi setelah 72 jam sejak pasien dirawat dirumah sakit.
  1. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui transmisi kuman, cara penularan mikroorganisme, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses infeksi dalam transmisi kuman.
BABII
DASAR TEORI
A.         Tinjauan Buku
Menurut penelitian salah satu perangkat komputer rawan penyebaran kuman kepada pasien-pasien yang ada di rumah sakit yang kondisi fisiknya sedang melemah. Penelitian yang dilakukan di New York University Medical Center ini menggunakan tiga jenis kuman yang paling sering ditemukan di rumah sakit, yaitu Vancomycin Resistant Enterococcus faecium (VRE), Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) and Pseudomonasaeruginosa (PSAE). VRE dan MRSA, merupakan kuman-kuman yang telah kebal terhadap antibiotika yang umum dipakai seperti vancomycin dan methicillin. Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan The Society for Healthcare Epidemiology di Amerika Serikat ini, dilakukan dengan menaruh kuman-kuman tersebut di keyboard dan tutup keyboard, untuk melihat seberapa lama kuman ini dapat hidup dan seberapa jauh kuman ini dapat berpindah melalui jari yang mengetik pada papan  keyboard. Hasilnya, kuman VRE dan MRSA ini dapat tetap hidup hingga 24 jam setelah ditaruh pada papan keyboard dan tutup keyboard. Sedangkan kuman PSAE hanya dapat hidup satu jam pada
papan keyboard dan lima menit pada tutup keyboard dan semakin banyak kontak yang dilakukan pada keyboard yang terkontaminasi, akan semakin banyak kuman yang ditransmisikan melalui tangan. Hasilnya, untuk transmisi kuman, pada kuman MRSA sebesar 42-92%, untuk kuman VRE 22-50% dan untuk kuman PSAE 9-18%. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut para ahli menganjurkan agar sebaiknya pengguna komputer mencuci tangan segera setelah selesai menggunakan komputer. Selain
itu dapat ditambahkan juga, desinfeksi secara teratur pada keyboard komputer.
BAB III
PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN TRANSMISI KUMAN
         Transmisi kuman merupakan proses masuknya kuman ke dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan radang. proses tersebut melibatkan beberapa unsur di antaranya:
    1. Reservoir merupakan habitat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme dapat berupa manusia, binatang, tumbuhan maupun tanah.
    2. Jalan Masuk merupakan jalan masuknya mikroorganisme ketempat penampungan dari berbagai kuman, seperti saluran pernapasan, pencernaan, kulit dan lain-lain.
    3. Inang (host) tempat berkembangnya mikroorganisme yang dapat didukung oleh ketahanan kuman.
    4. Jalur Keluar yaitu tempat keluar mikroorganisme dari reservoir, seperti, sistem pernapasan, sistem pencernaan, alat kelamin dan lain-lain.
    5. Jalur penyebaran merupakan jalur yang dapat menyebarkan berbagai kuman mikroorganisme ke berbagai tempat seperti, air, makanan, dan udara.
  1. CARA PENULARAN MIKROORGANISME
Proses penyebaran mikroorganisme ke dalam tubuh, baik pada manusia maupun hewan, dapat melalui berbagai cara, di antaranya yaitu :
1.         Kontak Tubuh. Kuman masuk ke dalam tubuh melalui proses penyebaran secara langsung, maupun tidak langsung. Penyebaran secara langsung melalui sentuhan dengan kulit, sedangkan melalui cara tidak langsung dapat melalui benda yang terkontaminasi misalnya seperti jarum suntik, infus maupun  tempat tidur pasien.
2.         Makanan dan minuman. Terjadinya makana dapat melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi seperti pada penyakit tifus abdominalis, penykit infeksi cacing dan lain-lain.
3.         Serangga. Contoh penyebaran penyakit kuman melalui serangga adalah penyebaran penyakit malaria oleh plasmodium pada nyamuk anopheles dan beberapa penyakit saluran pencernaan yang dapat ditularkan melalui lalat.
4.         Udara. Proses penyebaran kuman melalui udara dapat dijumpai pada penyebaran penyakit sistem pernapasan.
  1. FAKTOR YANG MEMENGARUHI PROSES INFEKSI
  • Sumber Penyakit. Sumber penyakit dapat memengaruhi apakah infeksi berjalan cepat atau lambat.
  •   Kuman penyebab. Kuman penyebab dapat menentukan jumlah mikroorganisme, kemampuan mikroorganisme masuk ke dalam tubuh, dan virulensinva.
  • Cara Membebaskan Sumber dari Kuman. kuman dapat menentukan apakah proses infeksi cepat/lambat, seperti tingkat keasaman (pH), suhu, dll. 
  • Cara Penularan. Cara penularan seperti kontak melalui makanan atau udara, dapat menyebabkan penyebar.
  • Cara Masuknya Kuman. Proses penyebaran tergantung dari sifatnya. Kuman dapat masuk melalui pernapasan, saluran pencernaan, kulit, dan lain-lain.
  •   Daya Tahan Tubuh. Daya tahan tubuh yang baik dapat memperlambat proses infeksi atau mempercepat proses penyembuhan.
  1. INFEKSI NOSOKOMIAL
Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit dalam sistem pelayanan kesehatan yang berasal dari proses penyebaran sumber pelayanan kesehatan, baik melalui pasien, petugas kesehatan, maupun sumber lain.
a). Sumber Infeksi Nosokomial
Beberapa sumber penyebab terjadinya infeksi nosokomial adalah :
1.      Pasien. Pasien merupakan unsur pertama yang dapat infeksi ke pasien lainnya, petugas kesehatan, pengunjung atau uf alat kesehatan lainnya.
2.      Petugas Kesehatan. Petugas kesehatan dapat menyebarkan infeksi melalui kontak langsumg yang dapat rnenularkan berbagai kuman ke tempat lain.
3.      Pengunjung. Pengunjung dapat menyebarkan infeksi yang didapat dari luar ke dalam lingkungan rumah sakit atau sebaliknya, yang didapat dari dalam rumah sakit ke luar rumah sakit.
4.      Sumber Lain. Sumber lain yang dimaksud di sini adalah lingkungan rumah sakit yang meliputi lingkungan umum atau kondisi kebersihan rumah sakit atau alat yang ada di rumah sakit yang dibawa oleh pengunjung atau petugas kesehatan kepada pasien, dan sebaliknya.
5.      PENCEGAHAN INFEKSI
Di masa lalu, fokus utama penanganan masalah infeksi dalam pelayanan kesehatan adalah mencegah infeksi. Infeksi serius pasca bedah masih merupakan masalah di beberapa negara, ditambah lagi dengan munculnya penyakit Acquired Immuno Defeciency Syndrome (AIDS) dan Hepatitis B yang belum ditemukan obatnya. Saat ini perhatian utama ditujukan untuk mengurangi resiko perpindahan penyakit tidaka hanya terhadap pasien tetapi juga lepada pember pelayanan kesehatan dan karyawan termasuk prakarya, yatu orang yang bertugas membersihkan dan merawat ruang bedah.
  1. TINDAKAN PENCEGAHAN INFEKSI
Beberapa tindakan pencegahan infeksi yang dapat dilakukan adalah:
1.      Aseptik, yaitu tindakan yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan semua usaha yang dilakukan untuk mencegah masuknya rnikroorganisme ke dalam tubuh yang kemungkinan besar akan mengakibatkan infeksi. Tujuan akhirnya adalah mengurangi atau menghilangkan jumlah mikroorganisme, baik pada permukaan benda hidup maupun benda mati agar alat-alat kesehatan dapat dengan aman di gunakan.
2.      Antiseptik, yaitu upaya pencegahan infeksi dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit dan jaringan tubuh lainnya.
3.      Dekontaminasi, tindakan yang dilakukan agar benda mati dapat ditangani oleh petugas kesehatan secara aman, terutama petugas pembersihan medis sebelum pencucian dilakukan. Contohnya adalah meja pemeriksaan, alat-alat kesehatan, dan sarung tamgan yang terkontaminasi oleh darah atau aliiran tubuh di saat prosedur bedah/tindakan dilakukan.
4.      Pencucian, yaitu tindakan menghilangkan semua darah, eairan tubuh atau setiap benda asing seperti debu dan kotoran.
5.      Desinfeksi, yaitu tindakan menghilangkan sebagian besar (tidak semua) mikroorganisme penyebab penyakit dari benda mati. Desinfeksi tingkat tinggi dilakukan dengan merebus atau dengan menggunakan larutan kirnia. Tindakan.ini dapat menghilangkan semua mikroorganisme, kecuaii beberapa bakteri endospora.
6.      Sterilisasi, yaitu tindakan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, jamur, parasit, dan virus) termasuk bakteri endospora.
7.      PEDOMAN PENCEGAHAN INFEKSI
Cara efektif untuk mencegah penyebaran penyakit dari orang ke orang atau dari peralatan ke orang dapat dilakukan dengan meletakkan penghalang di antara mikroorganisme dan individu (pasien atau petugas kesehatan). Penghalang ini dapat berupa upaya fisik, mekanik ataupun kimia yang meliputi :
1.                  Pencucian tangan, bertujuan untuk membersihhkan tangan dari segala kotoran, mencegah terjadi infeksi silang melalui tangan dan persiapan bedah atau tindakan pembedahan.
2.                  Penggunaan sarung tangan (kedua tangan), baik pada saat melakukan tindakan, maupun saat memegang benda yang terkontaminasi (alat kesehatan/kain tenun bekas pakai).
3.                  Menggunaan cairan antiseptik untuk membersihkan luka pada kulit.
4.                  Pemrosesan alat bekas pakai (dekontaminasi, cuci dan bilas, desinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi).
5.                  Pembuangan sampah.
BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
ü  Transmisi kuman merupakan proses masuknya kuman ke dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan radang.
ü  Proses tersebut melibatkan beberapa unsur yaitu Resevoir, Jalan Masuk, Inang (host), Jalur Keluar dan jalur penyebaran.
ü  Serta memiliki cara penularan organisme yaitu kontak tubuh,  makanan dan minuman, serangga maupun udara.

B.     Saran
Kami harap agar pembaca bisa mengetahui bahwa transmisi kuman dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, kita semua harus menjaga ke sterilisasian tubuh kita dan lingkungan agar tidak terkontaminasi kuman.

DAFTAR PUSTAKA

ü  Alimul.A.azis.2008. Ketrampilan dasar praktik klinik kebidanan.23 oktober 2010.Books.html
ü  Syamsudin Encu. Keyboard Komputer Menyebarkan Kuman.24 oktober 2010. Jam 7.03 P.M

makalah istirahat tidur

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh semua orang. Untuk dapat berfungsi secara optimal, maka setiap orang memerlukan istirahat dan tidur yang cukup. Tidak terkecuali juga pada orang yang sedang menderita sakit, mereka juga memerlukan istirahat dan tidur yang memadai. Namun dalam keadaan sakit, pola tidur seseorang biasanya terganggu, sehingga perawat perlu berupaya untuk mencukupi ataupun memenuhi kebutuhan tidur tersebut.

Secara umum tidur ditandai dengan aktivitas fisik minimal, tingkatan kesadaran yang bervariasi, perubahan-perubahan proses fisiologis tubuh dan penurunan respon terhadap rangsangan dari luar. Secara detail tanda-tanda tidur ini akan dibahas pada macam / pola tidur.

Diduga penyebab tidur adalah proses penghambatan aktif. Ada teori lama yang menyatakan bahwa area eksitatori pada batang otak bagian atas, yang disebut “sistem aktivasi retikular”, mengalami kelelahan setelah seharian terjaga dan karena itu, menjadi inaktif. Keadaan ini disebut teori pasif dari tidur. Percobaan penting telah mengubah pandangan ini ke teori yang lebih baru bahwa tidur barangkali disebabkan oleh proses penghambatan aktif. Hal ini terbukti dari suatu percobaan dengan cara melakukan pemotongan batang otak setinggi regio midpontil, dan berdasarkan perekaman listrik ternyata otak tak pernah tidur. Dengan kata lain, ada beberapa pusat yang terletak dibawah ketinggian midpontil pada batang otak, diperlukan untuk menyebabkan tidur dengan cara menghambat bagian-bagian otak lainnya.

B. Tujuan Penulis

Tujuan kami mengangkat topik ini agar para pembaca bisa mengetahui pengertian dari istirahat dan tidur, tentang fisiologi tidur, jenis serta tahapan tidur, faktor yang mempengaruhi tidur dan gangguan saat tidur.






Bab II

Dasar Teori

A. Tinjauan Buku

Semua makhluk hidup memerlukan istirahat setelah melakukan aktivitas atau berbagai kegiatan. Karena aktivitas tersebut menggunakan jaringan sel hidup, sehingga akan timbul kerusakan pada jaringan tersebut, karenanya makhluk hidup perlu istirahat untuk memperbaiki kerusakan yang dimaksud.

Mengenai tidur ini, tidak ada aturan kaku dan ketat yang diberlakukan, karena istirahat tidur ini tergantung pada usia, jenis pekerjaan, temperamen setiap individu. Bayi dan anak-anak memerlukan tidur lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Pada orang-orang yang sudah berumur sebenarnya lebih memerlukan istirahat daripada tidur yang sebenarnya. Selama berbaring mereka lebih banyak menggunakan waktu untuk mengubah-ubah posisi berbaringnya saja. Orang yang bekerja dengan menggunakan otak atau pikirannya memerlukan lebih banyak tidur dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan fisiknya. Sebagai suatu ukuran, orang dewasa yang sehat dan banyak bekerja dengan otak/pikiran biasanya tidur selama 7 jam. Malam hari adalah waktu terbaik untuk tidur. Hal ini bukanlah masalah kebiasaan saja bahwa orang-orang yang bekerja pada siang hari akan tidur pada malam hari, namun secara ilmiah terlihat bahwa siang hari lebih cocok untuk bekerja dan waktu malam digunakan untuk beristirahat/tidur.




Posisi Tidur yang Baik

Tidur berbaring dengan posisi telentang itu kurang sehat, karena menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan ke toilet/wc , juga tidur tengkurap atau menelungkup tidak praktis untuk pernapasan. Banyak tidur pada sisi kiri badan (menghadap kekiri) bisa mengganggukesehatan kita, karena menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak. Posisi tidur yang terbaik menurut sains adalah pada sisi kanan tubuh ( menghadap kr kanan). Fakta ini telah di uji melalaui riset modern yang panjang untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam yang berkualitas, sebagaimana Rasulullah SAW menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan.

B. TEORI PENDUKUNG

Istirahat dan Tidur juga merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh semua orang . untuk dapat berfungsi secara optimal, maka setiap orang memerlukan istirahat dan tidur yang cukup. Tidak terkecuali juga pada orang yang sedang menderita sakit, mereka juga memerlukan istirahat dan tidur yang cukup memadai. Namun dalam keadaan sakit pola tidur seseorang biasanya terganggu sehingga perawat perlu berupaya untuk mencukupi ataupun memenuhi kebutuhan tidur tersebut.

Dan secara umum tidur ditandai dengan aktivitas fisik minimal, tingkatan kesadaran yang bervariasi. Secara jelas tujuan tidur tidak diketahui, namun diyakini tidur diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental emosional dan kesehatan. Selama tidur seseorang akan mengulang (review) kembali kejadian-kejadian sehari-hari, memproses dan menggunakan untuk masa depan.

Istirahat dan tidur juga merupakan kebutuhan yang mutlak yang harus dipenuhi oleh semua orang, dengan istirahat dan tidur yang cukup menjadi sangat bernilai bagi ibu. Istirahat yang besar membawa pemulihan, dan penambahan kekuatan setelah melakukan aktivitas selama seharian.




BAB III

PEMBAHASAN

A. Pengertian Istirahat dan Tidur

Istirahat merupakan keadaan yang relaks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan hanya berhenti dalam keadaan tidak beraktifitas tetapi juga berhenti sejenak kondisi yang membutuhkan ketenangan. Kata istirahat berarti suatu keadaan melepaskan diri dari segala apa yang membosankan, menyulitkan bahkan menjengkelkan.

Tidur merupakan suatu kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus(Guyton,1968) atau juga dikatakan sebagai suatu keadaan tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan akan tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang.

B. Fisiologi Tidur

Fisiologi tidur merupakan pengaturan kegiatan tidur yang melibatkan hubungan mekanisme serebral yang secara bergantian agar mengaktifkan dan menekan pusat otak untuk dapat tidur dan bangun. Salah satu aktifitas tidur ini diatur oleh sistem pengaktivasi retikularis yang merupakan sistem yang mengatur seluruh tingkatan kegiatan susunan saraf pusat termasuk pengaturan kewaspadaan dan tidur.Pusat pengaturan aktivitas kewaspadaan dan tidur terletak dalam mesensefalon dan bagian atas pons.

C. Jenis- Jenis Tidur

Berdasarkan proses tidur terdapat 2 jenis tidur. Pertama, jenis tidur yang disebabkn menurunnya kegiatan di dalam sistem pengaktifasi retikularis atau disebut dengan tidur gelombang lambat karena gelombang otaknya sangat lambat atau disebut dengan tidur NREM (Nonrapid eye movement). Kedua, jenis tidur yang disebabkan oleh penyaluran isyarat-isyarat abnormal dari dalam otak meskipun kegiatan otak mungkin tidak tertekan secara berarti atau disebut dengan jenis tidur paradox atau tidur REM (rapid eye movement).



1. Tidur gelombang lambat (slow wave sleep) / NREM (rapid eye movement).

Jenis tidur ini dikenal dengan tidur yang dalam, istirahat penuh, dengan gelombang otak yang lambat, atau juga dikenal dengan tidur nyenyak. Ciri-ciri tidur nyenyak adalah menyegarkan, tanpa mimpi atau tidur dengan gelombang delta. Ciri lainnya berada dalam keadaan istirahat penuh, tekanan darah menurun, frekuensi nafas menurun, pergerakan bola mata melambat, mimpi berkurang, metabolisme turun.

Perubahan selama proses NREM tampak melalui elektroensefalografi dengan memperlihatkan gelombang otak berada pada setiap tahap tidur NREM, yaitu:

Ø Pertama, kewaspadaan penuh dengan gelombang beta yang berfrekuensi tinggi dan bervoltase rendah

Ø Kedua, istirahat tenang dapat diperlihatkan pada gelombang alfa

Ø Ketiga, tidur ringan karna terjadi perlambatan gelombang alfa ke jenis teta atau delta yang bervoltase rendah

Ø Keempat, tidur nyenyak gelombang lambat dengan gelombang delta bervoltase tinggi dengan kecepatan 1-2 per detik.




D. Tahapan Tidur Jenis NREM

· Tahap I

Tahap ini adalah tahaap transisi antara bangun dan tidur dengan cirri sebagai berikut: rileks, masih sadar dengan lingkungan, merasa mengantuk, bola mata bergerak dari samping ke samping, frekuensi nadi dan napas sedikit menurun, dapat bangun segera selama tahap ini berlangsung selama 5 menit.

· Tahap II

Tahap II merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun dengan cirri sebagai berikut: mata pada umumnya menetap, denyut jantung dan frekuensi napas menurun, temperatur tubuh menurun, metabolisme menurun, berlangsung pendek dan berakhir 10-15 menit.

· Tahap III

Tahap ini merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi dan frekuensi napas dan proses tubuh lainnya lambat, disebabkan adanya dominasi sistem parasimpatis sulit untuk bangun.

· Tahap IV

Tahap ini merupakan tahap tidur dalam dengan ciri kecepatan jantung dan pernapasan turun, jarang bergerak, dan sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung menurun, dan tonus otot menurun.

2. Tidur Paradoks/ Tidur REM (rapid ey movement)

Tidur jenis ini dapat berlangsung pada tidur malam yang terjadi selama 5-20 menit, rata-rata timbul 90 menit. Periode pertama terjadi 80-100 menit akan tetapi apabila kondisi orang sangat lelah maka awal tidur sangat cepat bahkan jenis tidur ini tidak ada. Ciri tidur REM adlah sebagai berikut:

a. Biasanya disertai dengan mimpi aktiv.

b. Lebih sulit dibangunkan.

c. Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan.

d. Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur

e. Terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur.

f. Mata cepat tertutup dan terbuka.

g. Penting untuk keseimbangan mental, emosi, juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi.

Secara umum siklus tidur normal adalah sebagai berikut:

Bangun

(pratidur)

NREM I Tidur REM



NREM II NREM II



NREM III NREM III



NREM IV

Gambar siklus tidur

Sumber. Potter dan Perri, 1997






E. FUNGSI DAN TUJUAN TIDUR

Fungsi dan tujuan masih belum di ketahui secara jelas. Meskipun demikian, tidur di duga bermanfaat untuk menjagakeseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Selain itu, stres pada paru, sistem kardiovaskuler, endokrin, dan lain-lainnya juga menurun aktivitasnya. Energi yang tersimpan selama dari tidur diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting. Secara umum terdapat dua efek fisiologis tidur, pertama efek pada sistyem saraf yang di perkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangant antara berbagai susunan saraf. Kedua, efek pada struktur tubuh dengan memulihkan kesegaran dan fungsi organ dalam tubuh, mengingat terjadinya penurunan aktivitas organ-organ tubuh tersebut selama tidur.



F. KEBUTUHAN TIDUR

Kebutuhan tidur pada manusia tergantung pada tingkat perkembangan, table ini merangkum kebutuhan tidur manusia berdasarkan usia.

Tabel Kebutuhan Tidur Manusia


Umur

Tingkat Perkembangan

Jumlah Kebutuhan Tidur


0-1 bulan

1 bulan-18 bulan

18 ulan-3 tahun

3 tahun-6 tahun

6 tahun- 12 tahun

12 tahun-18 tahun

18 tahun-40 tahun

40 tahun-60 tahun

60 tahun keatas

Bayi baru lahir

Masa bayi

Masa anak

Masa prasekolah

Masa sekolah

Masa remaja

Masa dewasa

Masa muda paruh baya

Masa dewasa tua

14-18 jam/hari

12-14 jam/hari

11-12 jam/hari

11 jam/hari

10 jam/hari

8,5 jam/hari

7-8 jam/hari

7 jam/hari

6 jam/hari


G. FAKTOR-FAKTOR YANG MENGARUHI TIDUR

Kualitas dan kuantitas tidur di pengaruhi oleh beberapa faktor. Kualitas tersebut dapat menunjukkan adanya kemampuan individu untuk dan memperoleh jumlah istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Diantara faktor yang dapat memengaruhinya adalah:

1. Penyakit

Sakit dapat memengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak penyakit yang dapat memperbesar kebutuhan tidur seperti penyakit yang di sebabkan oleh infeksi, terutama infeksi limfa. Infeksi limfa berkaitan dengan keletihan, sehingga penderitanya membuthkan lebih banyak waktu tidur untuk mengatasinya. Banyak juga keadaan sakikt yang menjadikan pasien kurang tidur, bahkan tidak bisa tidur.



2. Latihan dan Kelelahan

Keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur untuk menjaga keseimbangan energi yang telah di keluarkan. Hal tersebut terlihat pada seseorang yang telah melakukan aktivitas dan mencapai kelelahan. Maka, orang tersebut akan lebih cepat untuk dapat tidur karena tahap tidur gelombang lambatnya (NREM) di perpendek.



3. Stres Fisikologis

Kondisi stress fisikologis yang terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa. Seseorang yang memiliki masalah fisikologis akan mengalami kegelisahan sehingga sulit untuk tidur.






4. Obat

Obat dapat juga memengaruhi proses tidur. Beberapa jenis obat yang memengaruhi proses tidur jenis golongan obat diuretik dapat menyebabkan insomnia, antidefresan dapat menekan REM, Kafein dapat meningkatkan saraf simpatis yang menyebabkan kesulitan untuk tidur, golongan beta bloker dapat berefek pada timbulx insomnia dan golonagn narkotik dapat menekan REM sehingga mudah mengantuk.



5. Nutrisi

Terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang cukup dapat mempercepat proses tidur. Konsumsi protein yang tinggi maka seseorang tersebut akan mempercepat proses terjadinya tidur, karna di hasilkan triftopan yang merupakan asam amino hasil pencernaan protein yang di cerna dapat membantu mudah tidur. Demikian sebaliknya, kebutuhan gizi yang kurang dapat juga memengaruhi proses tidur, bahkan terkadang sulit untuk tidur.



6. Lingkungan

Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat mempercepat proses terjadinya tidur. Sebaliknya lingkungan yang tidak aman dan nyaman bagi seseorang dapat menyebabkan hilangnya ketenangan sehingga memengaruhi proses tidur.



7. Motivasi

Motivasi merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk tidur, dapat memengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya keinginan untuk tidak tidur dapat menimbulkan gangguan proses tidur.


H. GANGGUAN/MASALAH KEBUTUHAN TIDUR

1. Insomnia

Merupakan suatu keadaan ketidakmampuan mendapatkan tidur yang adekuat, baik kualitas maupun kuantitas, dengan keadaan tidur yang hanya sebentar atau susah tidur. Insomnia terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

Pertama, inisial insomnia yaitu ketidakmampuan untuk jatuh tidur atau mengawali tidur.

Kedua, intermiten insomnia merupakan ketidakmampuan tetap tidur, karena selalu terbangun pada malam hari

Ketiga, terminal insomnia merupakan ketidakmampuan untuk tidur kembali setelah bangun tidur pada malam hari.

Proses gangguan tidur ini kemungkinan besar disebabkan adanya rasa khawatir dan tekanan jiwa.

2. Hipersomnia

Merupakan gangguan tidur dengan kriteria tidur berlebihan. Pada umumnya lebih dari Sembilan jam pada malam hari, yang disebabkan oleh kemungkinan adanya masalah psikologis, depresi, kecemasan, gangguan susunan saraf pusat, ginjal, hati dan gangguan metabolisme.

3. Parasomnia

Merupakan kumpulan beberapa penyakit yang dapat mengganggu pola tidur seperti somnambulisme (berjalan-jalan dalam tidur) yang banyak terjadi pada anak-anak yaitu pada tahap III dan IV dari NREM. Somnambulisme ini dapat menyebabkan cedera.




4. Enuresis

Merupakan buang air kecil yang tidak sengaja pada waktu tidur atau istilah lain dikenal dengan nama mengompol. Enuresis ada dua macam, yaitu enuresis nokturnal, mengompol waktu tidur dan nokturnal umumnya sebagai gangguan tidur NREM.

5. Apnea Tidur dan Mendengkur

Mendengkur pada umumnya tidak termasuk gangguan dalam tidur, tetapi mendengkur yang disertai dengan keadaan apnea dapat menjadi masalah. Mendengkur disebabkan adanya rintangan terhadap pengaliran udara di hidung dan mulut pada waktu tidur. Terjadinya apnea dapat mengacaukan saat bernapas dan bahkan bisa menyebabkan henti napas. Apabila kondisi ini berlangsung lama, maka dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah dapat menurun dan denyut nadi menjadi tidak teratur.

6. Narcoleksi

Merupakan keadaan tidur yang tidak dapat di kendalikan, seperti saat seseorang tidur dalam keadaan berdiri, mengemudikan kendaran, atau tengah suatu pembicaraan. Hal ini merupakan suatu gangguan neurologis.

7. Mengigau

Merupakan suatu gangguan tidur bila terjadi terlalu sering dan di luar kebiasaan. Hasil pengamatan dapat menunjukkan bahwa hamper semua orang pernah mengigau dan terjadi sebelum tidur REM.

8. Gangguan Pola Tidur secara Umum

Merupakan suatu keadaan ketika individu mengalami atau mempunyai resiko perubahan jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan (Carpenito,LJ, 1995). Gangguan ini terlihat pada pasien memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang, dan mudah gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di daerah sekitar mata, dan sering menguap atau mengantuk. Penyebab dari gangguan pola tidur ini antara lainkerusakan transport oksigen, gangguan metabolisme, kerusakan eliminasi, pengaruh obat, nyeri pada kaki, takut operasi, terganggu oleh kawan sekamar, dan lain-lain.










BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa istirahat dan tidur merupakan hal yang sangat penting bagi hidup kita. Semua makhluk hidup memerlukan istirahat setelah melakukan aktivitas atau berbagai kegiatan. Istirahat dan tidur tidak ada aturan ketat dan kaku yang diberlakukan karena istirahat tidur ini tergantung pada usia, jenis pekerjaan, temperamen setiap individu. Bayi dan anak-anak memerlukan tidur lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Pada orang-orang yang sudah berumur sebenarnya lebih memerlukan istirahat daripada tidur. Orang yang bekerja dengan menggunakan otak atau pikirannya memerlukan lebih banyak tidur dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan fisiknya.

B. SARAN

Kami harap agar para pembaca bisa mengetahui bahwa istirahat dan tidur merupakan kebutuhan yang mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Setiap orang memerlukan istirahat dan tidur yang cukup untuk menjaga keseimbangan mental, emosional dan kesehatan, pemulihan serta penambahan kekuatan setelah melakukan aktivitas selama seharian. Bagi orang yang menderita sakit juga memerlukan istirahat dan tidur yang memadai sehingga perawat berupaya untuk mencukupi ataupun memenuhi kebutuhan tidur tersebut.




DAFTAR PUSTAKA



http://google.com

Hidayat, AAA dan Uliyah, M. 2006.Keterampilan Dasar Praktek Klinik Kebidanan, Penerbit Salemba Medika. Jakarta